My Playlist

Selasa, 03 Agustus 2010

Para Sarjana Galau

Dulu saya masih ingat pertama kali bertamasya ke Ragunan saat kelas 4SD, bersama Umi, Abi dan Rizal dulu sewaktu adik kecil saya si Emma belum ada di dunia ini.

Tapi sekarang,hari ini saya dan teman-teman 1 perguruan HIMADEG (Himpunan Mahasiswa Bledeg) mengunjungi TMSR (Taman Marga Satwa Ragunan)saya pun baru tahu hari ini kalo kepanjangan dari TMSR itu Taman Marga Satwa Ragunan dari seorang Brigade HIMADEG sebut saja namanya "Mpok" hari ini, hari dimana kami menunggu saat-saat yang seharusnya menjadi moment terindah setelah menjalankan kuliah selama 3 tahun. moment terindah? oh Tuhan seharusnya memang menjadi moment terindah bagi kami semua, Tapi... entah mengapa perasaan indah itu tidak menjadi satu-satunya perasaan yang ada di hati dan pikiran kami, entah mahluk apa yang bersarang di otak kami (galau, resah, bimbang, pusing, bingung)bawaanya kesel mulu sama orang lain.

Setiap hari pengennya cuma duduk aja ngelamun di belakang BLOK 3 UNAS.. tapi hari ini ada yang lain kita bertamasya ke TMSR, sesampainya di TMSR kita ko jadi tambah galau, bingung juga udah nyampe disana mau ngapain ya? akhirnya kita masuk ke Pusat Primata Smutzer, disana pun kita ttp galau tapi agak berhasil menghilangkan jenuh sesaat dengan canda tawa, cengcengan antar Brigade..dan kami semua merasa senang gembira ketika ketemu pohon + tali temali di smutzer seakan-akan kami kembali ke habitat asli..ada yang gelantungan di tali, ada yang main ayunan, ada yang tidur pulas di tambang ada pula yg manjat pohon terus minta di photo, wahh hidup ko mendadak jadi terasa indah banget kalo lagi kaya gitu. mihihi 
Setelah 1 jam muter-muter disana sampai lah disaat yang ditunggu-tunggu acara makan siang (makanan bawa sendiri-sendri dari rumah) di bawah rindangnya pepohonan, angin semilir serta di iringin irama musik sayup sayup dari Mbah kakung Ebiet G Ade. makan dengan penuh canda tawa seakan-akan hilang sudah semua kegalauan di hati kami, sambil sesekali menertawakan hidup. "hidup yang sudah terlanjur sulit untuk di sesali dan di tangisi" waktu pun terus bergulir selesai makan kami langsung melanjutkan berkeliling jalan kaki dari satu kandang ke kandang lain. sampai akhirnya kami terperangkap, terdiam, terpaku di satu kandang yaitu kandang bago. ya engga bagus-bagus amat sih kandang bangonya, tapi karna ada gemiricik bunyi suara air dan burung bango yang ceria menyambut petugas yang akan memberi makan..


kami hanya duduk di kursi-kursi taman, diam, memikirkan masa depan, sambil sembari sesekali saling mengejek antar Brigade. membicarakan hayalan tingkat tinggi, sangkin tingginya selalu saja jatuh oleh satu kalimat yg di keluarkan oleh si "Mpok" canda gurau pun tercipta.. sambil diiringi lagu-lagu dari sheila on 7. menjadi penyemangat sekaligus penyadar betapa susahnya hidup di usia yang sedang galau ini. saat ada angin dan daun-daun dari pohon mahoni jatuh kami baru merasakan dan meyadari OH BETAPA INDAHNYA RAGUNAN


3 komentar:

  1. "menertawakan hidup yang terlanjur susah untuk ditangisi dan disesali".
    like it so much girl...

    BalasHapus
  2. hahaha iya mbak, hidup ini memang terkadang terasa seperti comedy :)

    BalasHapus